Sulut.TARGETJURNALIS.com – Proyek pembangunan pedestrian di dalam Kota Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, menuai kritik tajam dari masyarakat dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Sorotan utama terletak pada lambatnya penyelesaian pekerjaan dan dugaan rendahnya kualitas material yang digunakan, yang tidak sesuai spesifikasi bahkan harapan besar di hari raya Natal dan Tahun Baru 2024 proyek ini belum rampung.
Seorang warga setempat menyatakan keprihatinannya, “Kami mendukung pembangunan dan Visi dan Misi Pemerintah, tapi jangan asal jadi, Kontraktor harus memikirkan kualitas, bukan hanya memikir keuntungan yang besar.
Bahkan sejumlah LSM menyoroti proyek senilai lebih dari Rp 4 miliar yang dibiayai dari DAU Tahun Anggaran 2024.
Mereka menilai pengerjaan terkesan asal-asalan dengan temuan material berkualitas rendah seperti dugaan box culvert yang mudah pecah dan besi anyaman coran berukuran hanya 6 mm.
Hal ini memicu kekhawatiran akan ketahanan pedestrian terhadap debit air besar saat hujan.
” Kami meminta pekerjaan ini dibongkar dan dikerjakan sesuai spesifikasi.
Dengan progres pengerjaan yang baru mencapai 62%, sementara kontrak kerja berakhir pada 31 Desember 2024, kritik semakin mengemuka.
“Kami tengah mengumpulkan data material untuk dilaporkan ke pihak berwenang agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar salah satu perwakilan LSM.
Kami mohon Pak Bupati Minahasa Utara untuk segera tinjau dan mengevaluasi kinerja kontraktor yang tidak bonefit, Mereka juga menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap proyek-proyek pembangunan yang strategis agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, Kususnya Kota Airmadidi.
Warga dan LSM berharap evaluasi ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memastikan kualitas pembangunan yang lebih baik di masa mendatang.
Kami bersama sama dengan Pemerintah Daerah untuk memajukan pembangunan di minahasa Utara.
Dengan harapan uang negara di gunakan sesuai dengan peruntukannya. (**)


