Sulut,TARGETJURNALIS.Com-Luka dan Duka Yang Terjadi Saat InI Kepada Sepak Bola Indonesia masih menjadi pertanyaan bagi para pecinta bola indonesia hingga ke ajang internasiaonl.
Peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, yang memakan ratusan korban jiwa masih menyisakan kesedihan yang mendalam.
Tragedi 1 Oktober lalu mendapat dukungan dari Seluruh Anggota LSM GMBI “Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia”
M. Fauzan Rachman, selaku Ketua Umum GMBI nyatakan sikap satu komando terhadap penuntasan tragedi kemanusiaan yang menewaskan ratusan Suporter Aremania.
Hendrik Howard Marius” sosok yang begitu sosial terkait dengan kemanusiaan juga sangat mendukung penuh Olaraga Sepak Bola
Dalam Hal ini Angkat Bicara Ia mengatakan” Saya Dan keluarga besar LSM GMBI Wilter Sulut satu komando bersama Ketua Umum M. Fauzan Rachman untuk mendukung penuh langkah Kapolri dan Tim gabungan pencari fakta dalam penuntasan tragedi Kanjuruhan, ” ujar Howard Marius, Ketua GMBI Wilter Sulut, Sabtu (15/10).
Howard dengan tegas mengatakan insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan merupakan tragedi kemanusiaan yang perlu dikawal bersama dalam mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya.
Kami LSM GMBI siap mengawal tim pencari fakta. Siapapun yang menjadi pelakunya harus di tindak, tanpa pandang bulu,” tegas Howard.
Belasungkawa juga disampaikan Howard mewakili seluruh anggota GMBI Wilter dan Distrik di Sulawesi Utara
“Semoga para korban Kanjuruhan mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, ”pungkasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dr dari total 754 korban tersebut, sebanyak 132 di antaranya meninggal dunia, 596 orang luka ringan dan 26 lainnya luka berat.
Diketahui, Total korban tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya berjumlah 754 orang. (**/Juent)

