Sulut.TARGETJURNASLIS.com – MANADO, Belasan stand berdiri megah dalam pameran Project Based Learning (PBL) Politeknik Negeri Manado (Polimdo), menampilkan berbagai proyek inovatif hasil karya mahasiswa. Salah satunya dari Jurusan Teknik Elektro, yang memamerkan solusi nyata atas berbagai persoalan melalui teknologi modern (05/12/2025)
I Gede Para Atmaja, ST, MT, akademisi Jurusan Teknik Elektro, menjelaskan bahwa PBL merupakan metode pembelajaran berbasis proyek, di mana mahasiswa mengidentifikasi masalah, merancang solusi, dan memproduksi alat yang dapat diterapkan di lapangan. “Setelah produknya teruji, kami berupaya menjalin kolaborasi dengan dunia industri atau Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” jelasnya.
Di stand Teknik Elektro, berbagai inovasi mahasiswa dipamerkan, mulai dari smartphone hasil praktik elektronika daya, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), hingga alat pendeteksi banjir berbasis Internet of Things (IoT).
Salah satu inovasi menarik adalah alat mitigasi banjir karya Syalomita Kapoh, mahasiswi Teknik Elektro. “Alat ini menggunakan sensor untuk mengukur ketinggian air dan memberikan peringatan dini. Pada status bahaya, alat ini membuka pintu air secara otomatis dan mengaktifkan alarm agar masyarakat segera bersiap,” jelas Mita, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan cara kerja alat tersebut secara rinci:
– Siaga 3 (Aman): Ketinggian air antara 26-29 cm.
– Siaga 2 (Waspada): Ketinggian air antara 23-26 cm, pintu air terbuka setengah dan buzzer menyala.
– Siaga 1 (Bahaya): Ketinggian air ≤ 23 cm, pintu air terbuka penuh, dan buzzer menyala keras.
“Alat ini cocok digunakan di daerah rawan banjir sebagai peringatan dini bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui PBL, mahasiswa tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis tetapi juga keterampilan berpikir kritis dan kreatif. “Kami belajar banyak dari program ini, mulai dari identifikasi masalah hingga menghasilkan solusi konkret. Ke depan, kami berharap alat pendeteksi banjir ini dapat terus dikembangkan dan dipasarkan,” ujar Mita.
I Gede Para Atmaja berharap hasil PBL ini dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dan membuka peluang kolaborasi dengan industri. “Dengan begitu, inovasi mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai proyek, tetapi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (*)


