SulutmTARGETJURNALIS.com – Manado, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) memperkuat komitmen dalam pengembangan pendidikan vokasi dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama SMK Negeri 1 Manado. Penandatanganan dilakukan oleh Jurusan Akuntansi Polimdo di lantai 3 Gedung Utama Polimdo pada Jumat (3/10/2025).
Kepala SMK Negeri 1 Manado, Telly Olivia Anthonia Ticoalu, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan berbagai program sebelumnya, termasuk guru magang, guru tamu, dan peran Polimdo sebagai penguji eksternal dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK). “Polimdo memiliki sertifikasi yang sesuai dan sangat mendukung pelaksanaan ujian bagi siswa kami,” ujar Ticoalu.
Lebih lanjut, Ticoalu berharap mulai Januari tahun depan, seluruh jurusan di Polimdo dapat diperkenalkan langsung kepada para siswa SMK N 1 Manado, sehingga mereka memiliki pemahaman lebih baik mengenai pilihan studi lanjutan. Polimdo menawarkan berbagai jurusan unggulan, antara lain Akuntansi, Perkantoran, Komputer dan Jaringan, Perhotelan, Pariwisata, dan Marketing. Bahkan terdapat kelas khusus seperti Kelas Aryaduta dan Kelas Alfamart, yang memberi peluang langsung bekerja di mitra resmi sekolah bagi lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ticoalu juga menekankan pentingnya pemahaman yang matang dalam memilih jalur pendidikan vokasi. Ia menyinggung fenomena siswa yang melanjutkan pendidikan hanya mengikuti teman, yang terkadang berujung pada ketidaksiapan profesional. “Kalau ingin belajar mengajar yang benar, kuliahlah di Polimdo,” tegasnya.
Sementara itu, **Raymond Festus Rombot SE MSi**, Ketua Jurusan Akuntansi Polimdo, menyatakan bahwa kerja sama ini akan membuka kelas industri yang direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran baru. Selain itu, pelatihan bagi guru dan siswa SMK N 1 Manado juga akan digelar sebagai bagian dari program kolaboratif.
Penandatanganan MoU turut disaksikan oleh Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo MBA, serta pimpinan beberapa jurusan, termasuk Teknik Elektro dan Pariwisata. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi vokasi, sekaligus membuka peluang karier dan pengembangan keterampilan praktis bagi generasi muda Sulawesi Utara (*)


