Sulut.TARGETJURNALIS.com – Minahasa Utara, Kolaborasi antara Jurusan Pariwisata dan Jurusan Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo) bersama Politeknik Nusa Utara serta Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSL) membuahkan langkah nyata dalam menjaga ekosistem laut. Pada Sabtu (6/09), tim gabungan tersebut melaksanakan pemasangan alat monitoring di perairan Desa Bahoi untuk memantau pertumbuhan karang hasil transplantasi.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Diane Tangian, SH, M.Si, bersama tiga anggota tim yakni Maykerl Karauwan, S.Pi, M.Si, Dr. Bernadain Polii, M.Pd, dan Dr. Yurike Lewan, M.Hum.
Menurut Dr. Tangian, alat monitoring tersebut dirancang untuk merekam berbagai parameter penting seperti pertumbuhan karang, suhu perairan, tingkat kecerahan, serta faktor lingkungan lainnya. “Data yang terkumpul akan menjadi dasar dalam mengevaluasi efektivitas transplantasi karang sekaligus mendukung strategi konservasi laut berbasis sains,” ujarnya.
Melalui inovasi ini, Polimdo berharap Desa Bahoi dapat menjadi model pengelolaan wisata bahari berbasis konservasi yang berkelanjutan. Sinergi lintas jurusan dan lembaga ini juga memperkuat peran akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut serta mengembangkan pariwisata berwawasan lingkungan di Sulawesi Utara (*).


