Sulut.TARGETJURNALIS.com – Minahasa Utara, Masyarakat Desa Dimembe, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, menggelar upacara adat Dumia Umbanua Daikit, Jumat (17/01/2025), sebagai wujud pelestarian budaya leluhur.
Tradisi ini bertujuan membersihkan dan mengatur kembali lingkungan desa dengan nilai-nilai kultural dan spiritual yang kaya.
Upacara dimulai dengan ritual yang dipimpin oleh sembilan Pekasaan (tua-tua kampung) sebagai simbol sembilan leluhur. Dalam prosesi ini, dilakukan penyembelihan babi, di mana hati babi digunakan untuk membaca tanda baik atau buruk bagi desa. Sesajen khas Minahasa Utara seperti tumpeng, saguer, cap tikus, dan kue tradisional turut dipersembahkan sebagai bagian dari ritual.
Saat prosesi berlangsung, seorang Pekasaan mengalami kerasukan roh leluhur dan menyampaikan pesan dalam bahasa Tonsea kepada masyarakat.
Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga adat, etika, dan keimanan dengan rajin beribadah ke gereja.
Para Pekasaan juga memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui leluhur agar pemerintah dan masyarakat hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan.
Setelah ritual, rombongan adat dan masyarakat mengunjungi Waruga (makam leluhur) untuk berdoa dan memohon restu. Prosesi ini diiringi tari kebesaran Minahasa dan musik Kolintang, menciptakan suasana khidmat.
Acara ditutup dengan makan bersama di Balai Desa Dimembe sebagai wujud kebersamaan dan persatuan masyarakat.
Pesan Tonaas Wangko Ishak Tambani
Sebagai tamu kehormatan, Tonaas Wangko Ishak Tambani menyampaikan rasa bangga atas pelaksanaan tradisi ini.
“Melestarikan budaya leluhur adalah tanggung jawab bersama. Generasi muda harus menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya ini agar tetap hidup sebagai identitas yang dikenal dunia,” ucapnya.
Harapan untuk Tradisi Dumia Umbanua Daikit
Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya leluhur tetapi juga mempererat hubungan masyarakat, mencerminkan nilai-nilai luhur, dan diharapkan menjadi warisan budaya nasional yang membanggakan Sulawesi Utara.
Acara adat ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, termasuk Bupati Joune Ganda yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Minahasa Utara, Marthen Sumampou, Wakapolsek Dimembe Ricad Mantiri, Mantan Anggota DPRD Minut Paulus P. Sundalangi, Camat Dimembe Ansye Dengah, serta hukum tua dan tokoh masyarakat setempat.
Tradisi Dumia Umbanua Daikit menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Desa Dimembe dalam menjaga kekayaan budaya Minahasa Utara agar terus diwariskan kepada generasi mendatang. (Red)


