Makassar, Sulut.TARGETJURNALIS.Com – ,Pemerintah Swiss melalui proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) menggelar pelatihan “Training of Trainers (ToT)” untuk konstruksi dan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Politeknik Negeri Ujung Pandang (19 Juli 2024). Pelatihan ini berlangsung selama dua minggu, dari 1 hingga 12 Juli 2024, dan diikuti oleh 20 dosen dari enam politeknik negeri.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali dosen yang mengampu program spesialisasi energi terbarukan dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam konstruksi serta instalasi PLTMH. Instruktur pelatihan terdiri dari Thomas Gross dari HYCON GmBH Swiss dan Mark Hayton dari PT Entec Indonesia.
Dosen yang berpartisipasi berasal dari Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan Politeknik Negeri Ambon.
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Susetyo Edi Prabowo, selaku Ketua Unit Pelaksana Proyek RESD, menyampaikan dalam sambutan pembukaannya, “ToT ini diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman sehingga meningkatkan kompetensi dosen dalam pelaksanaan program spesialisasi energi terbarukan di institusi masing-masing.”
Selain menerima materi yang komprehensif dan berdiskusi aktif dengan narasumber, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke PLTMH Patanyamang dan PLTMH Bili Bili untuk memperdalam pemahaman terkait konstruksi, instalasi, dan manajemen pengoperasian PLTMH.
“Kegiatan ToT ini sangat membantu dalam pemahaman tentang PLTMH. Pelatihan ini sesuai dengan proses pembelajaran berbasis proyek pada pendidikan vokasi dan dapat dijadikan contoh bagi dosen dalam proses pembelajaran PLTMH dan lainnya. Suasana yang nyaman dan kekeluargaan sangat terasa dalam kegiatan ini,” ungkap Sri Swasti, dosen peserta dari Politeknik Negeri Ujung Pandang. Paulus Suksono, dosen Politeknik Negeri Jakarta, menambahkan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat karena materi yang diberikan sangat aplikatif dan dapat digunakan sebagai bahan ajar. Kami mendapatkan pemahaman dan pengalaman yang luar biasa dari tenaga ahli internasional yang handal.”
Pelatihan ini adalah langkah konkret Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing di sektor energi terbarukan, guna mendukung target Pemerintah Indonesia mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.
**Tentang RESD:**
Renewable Energy Skills Development (RESD) adalah proyek kerja sama pembangunan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss. Proyek ini bertujuan menciptakan tenaga kerja yang kompeten di bidang perencanaan, desain, pembangunan, pemasangan, pengoperasian, dan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pembangkit listrik hybrid surya-diesel, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Inisiatif ini mencakup penciptaan program D4 spesialisasi energi terbarukan di lima politeknik negeri di Indonesia, peluncuran program diklat energi terbarukan di lima lembaga pelatihan kerja, serta penguatan pertukaran informasi dan komunikasi di sektor energi terbarukan. RESD melibatkan BPSDM ESDM sebagai pengampu proyek dan bekerja sama erat dengan Direktorat Jenderal Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, serta Direktorat Jenderal Binalavotas, Kementerian Ketenagakerjaan sebagai mitra utama, serta lima politeknik negeri (PEM Akamigas, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Manado) dan lima lembaga pelatihan (PPSDM KEBTKE, BPVP Ambon, BPVP Banda Aceh, BPVP Lombok Timur, BPVP Ternate) sebagai mitra pelaksana proyek. (Juent)


