Sulut.TARGETJURNALIS.Com – MANADO, Usai serangkaian waktu yang dikemas dengan penuh sukses terkait program Wirausaha Merdeka Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang telah berakhir. Jadi, dengan mensyukuri hal itu pihak Polimdo pun menggelar acara Closing Ceremony Program Wirausaha Merdeka Polimdo, di The Sentra Hotel Maumbi, tepatnya pada Senin (4/12/23).
Dalam keberlangsungan acara tersebut, terlihat Direktur Polimdo Dr. Mareyke Alelo, MBA, dalam sambutannya mengajak para mahasiswa untuk boleh berperan menjadi enterpreneur. Karena lewat hasil riset enterpreneur ini bisa memperpanjang hidup.
“Jadilah pelopor upaya-upaya membangun diri, dan membangun bangsa, enterpreneur ini dalam penelitian di Amerika bisa memperpanjang hidup, sebelum perang dunia kedua masa hidup rata-rata itu di angka 40-50 tahun dan sejak enterpreneur diperkenalkan maka bisa mencapai 100 tahun atau lebih,” paparnya.
Dalam dan untuk mengajak akan pentingnya generasi muda menjadi enterpreneur, lebih lanjut disampaikan Mareyke Alelo, salah satu enterpreneur terkenal disana yakni mantan Presiden Amerika Donald Trump, yang walaupun usianya sudah lebih dari 70 tahun tapi pikirannya masih jernih, masih enerjik karena setiap hari dia hanya berpikir bagaimana memajukan dirinya, produknya, dan bangsanya.
Selain itu, Alelo pun mengingatkan akan sebuah pesan dari tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantoro, tentang Tri Rahayu atau Tiga Kebajikan.
“Rahayu pertama yakni Hamemayu Hayuning Saliro yaitu kemampuan untuk merawat dan menjaga diri secara fisik, mental, kemampuan intelektual, dan kemampuan spritual. Selanjutnya rahayu kedua yakni Hamemayu Hayuning Bongso yaitu kemampuan untuk menjaga dan merawat bangsa, janganlah menggebosi bangsa ini, jangan menjelekkan bangsa ini merendahkan bangsa ini, tapi mari kita mencintai bangsa ini, dan rahayu ketiga yakni Hamemayu Hayuning Buono yaitu kemampuan untuk menjaga alam, oleh karena itu mari kita melestarikan lingkungan jaga kebersihan”, ungkap Alelo.
Alelo pun mengakhiri pidatonya dengan sebuah sajak pantun yang bijak tapi juga menghibur peserta closing ceremony ini.
“Wajahmu nan bisa ditebak dapat dilukis dengan tinta, wirausaha awalnya merasa terjebak endingnya merasa jatuh cinta”, ucap Direktur Polimdo ini yang disambut tepuk tangan meriah oleh para peserta, sembari Alelo meminta para mahasiswa boleh menjadi pencipta lapangan kerja bukan pencari pekerjaan. (Juent)


