Bitung,TARGETJURNALIS.Com-Terkait Tuntutan Warga Kelurahan Pinasungkulan hingga memblokir jalan dan melakukan aksi pencegatan terhadap karyawan dan kendaraan PT. MSM/TTN
Diduga akibat Pekerjaanan Peledakan Blasting dari PT. MSM/TTN yang berjarak kurang lebih 250 meter dari lokasi pemukiman warga hingga mengakibatkan tanggul dan puluhan rumah warga rusak
Aksi pencegatan tersebut dilakukan bertempat di pertigaan antara desa Pinasungkulan desa Batuputih Kecamatan Ranowulu pada Jumat (10/03/2023)
Aksi tersebut warga meminta, akibat Blasting Peledekan oleh Pekerjaan PT MMs TTN tersebut puluhan rumah warga yang retak segera diperbaiki. sebelum ada kesepakatan bersama kegiatan Blasting PT MSM TTN harus dihentikan.
Harus ada pengembalian ganti untung kepada rumah kami yang rusak,” ujar Ibu Olvi Kaunang
Ia juga memohon kepada pemerintah kota bitung lebih kusus bapak walikota kiranya dapat memperhatikan keluhan kami ini.
Saat ini kelurahan kami dalam keadaan darurat yang akan berdampak kepada anak cucu kita
Begitu Juga Pemerintah Sulawesi utara bapak Gubernur Olly Dondokambey tolong dengarkan suara kami ini jangan menutup mata, “ungkap Olvie
Menurut warga Jaene Lalamentik rumah nya nyaris roboh disebabkan aktifitas PT. MSM melakukan teknik peledakan (Blasting) di lokasi Pit Alaskar, Kopra, Blambangan yang berdekatan dengan pemukiman warga
(13/3/2023)
“Kami sangat kuatir dengan kondisi ini. dimana keadilan bagi kami saat ini kami mengalami kerugian secara material,” ungkapnya
Sudah hampir tiga tahun dibeberkan Ibu Jeane, perusahan tersebut melakukan aktifitas dengan melakukan Blasting, namun sangat disayangkan pihak perusahan dan pemerintah seakan tak melihat dampak yang terjadi kepada kami
Ada apa antara perusahan dan pemerintah?,” Cetus Jeane kembali mempertanyakan perihal kinerja pemerintah setempat dalam melayani dan mengoyomi masyarakat,”ungkapnya
Dia menyebutkan, sudah beberapa kali penyampaian kami atas permasalahan ini baik kepada pihak perusahan dan pemerintah setempat.
” Ada perjanjian dengan pemerintah kecamatan untuk agendakan pertemuan tepat hari ini (13/03/2023) bersama pihak perusahan dan Pemerintah Dinas dan lingkungan hidup Kota Bitung, namun sangat disayangkan cuma sebatas janji semata,” Kesal Ibu Jeane.
Lanjut Olive Kaunang warga setempat. Pasalnya, rumah milik keluarga besar yang dibangun sejak tahun 1995 terancam roboh dikarenakan tembok kamar dan ruang tamu retak akibat getaran Blasting.
“Kondisi rumah sudah retak dan beberapa material bangunan mulai berjatuhan karena hampir setiap hari perusahan lakukan peledakan,” ungkap Ibu Olive bersama warga terdampak Reini Mailoor, Lusye Mangembulur dan Linda Wala
Dari pengakuan ibu Olive bersama 19 warga lainnya kepada media ini yang terkena dampak hampir setiap hari merasakan getaran Blasting yang di lakukan PT. MSM. ” Ada tiga kali peledakan dan itu dilakukan setiap hari.
Sementara salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Pinasungkulan Ibu Isje Sompie angkat bicara dirinya mempertanyakan kajian Amdal dan perijinan aktifitas Blasting PT MSM/TTN
” Pekerjaan Blasting tentunya punya aturannya yang harus dikaji seperti jarak lokasi Peledakan Blasting antara pemukiman warga.
tentunya menjadi tanda tanya bagi masyarakat terdampak karena pada kenyataannya ada beberapa lokasi tak jauh dari pemukiman seperti lokasi Pit Araren, Alaskar, Kopra, Blambangan,” Cetus Isye.
Pihak PT MSM/TTN lewat ponsel seluler watsap bapak Jefri Warouw menjelaskan ini sudah ada koordinasi dengan pihak terkait pemkot bitung
Untuk rencana pertemuan yg akan difasilitasi oleh pemerintah kecamatan pihak pemerintah untuk lakukan monitoring atas keluhan masyarakat. (Juent)


