Minut,TARGETJURNALIS.Com-Sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Rakornas inflasi tahun 2022 , di Istana Negara, Jakarta, kamis (18/08/2022) serta rapat tindak lanjut arahan Presiden dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2022, melalui virtual Zoom Meeting, pada Selasa (30/08/2022

yang diselanggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara gerak cepat melaksanakan rapat koordinasi bersama Perangkat Daerah dan Tim Pengedaliam Inflasi Daerah (TPID).

Bupati Minahasa Utara, Joune J.E.Ganda, S.E., M.A.P., dalam rapat menayampaikan bahwa adanya gejolak kenaikan minyak dunia merupakan faktor penyebab kenaikan BBM dan gas LPG, ini harus disikapi dengan pengendalian terhadap Inflasi di minut.

Gejolak kenaikan harga BBM dan LPG ini berpengaruh besar terhadap kenaikan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat serta membebani daya beli masyarakat sehingga dikuatirkan adanya peningkatan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yg buruk, kenaikan cabe/rica, bawang dan telur ayam,

merupakan kontribusi terbesar terjadinya inflasi, oleh sebab itu pemerintah akan melaksanakan pengawasan di pasar-pasar, terlebih para pedagang yang ada di Minut jangan sampai ada permainan stok barang dan kenaikan harga,tutur Bupati.

Dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok ini, Bupati mengajak seluruh Perangkat Daerah, Camat, Hukum Tua/lurah dengan melibatkan PKK, karang taruna dan masyarakat untuk menanam cabe dan bawang baik di Desa/Kecamatan bahkan setiap OPD

harus memiliki kebun tanam masing-masing, juga diharapkan seluruh elemen masyarakat agar dapat memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing.(HPM/jm)


