Minut, TARGETJURNALIS.Com- Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-77, Desa Lumpias kecamatan Dimembe merayakan semarak hari kemerdekaan Mereka menarikan Perlombaan tari khas Sulawesi Utara, Tari Katrili. Jumat (18/08/2022). Bertempat di gedung serbaguna balai desa Lumpias.
Ketua Panitia Hut Kemerdekaan Desa Lumpias kecamatan dimembe bapak Hanny Wagiu. Saat di wawancarai oleh Kepala perwakilan sulawesi utara Media ini mengatakan,

Perlombaan pergelaran ini pertama kalinya kami lakukan tahun ini sangat jauh berbeda lebih. saya merasa senang karena dapat ditampilkan tarian budaya ini apalagi di acara HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia Sabtu (20/8/2022), malam. Dengan menerapkan protokol kesehatan cegah Covid
Terimakasih kepada Keluarga Lontoh – Arapa Jaga Dua. yang mendapat juara 1 lomba dance katreli. Begitu juga para masyarakat desa lumpias yang sudah membantu mempromosikan penampilan tari Katrili, Kalian sangat membanggakan.
Lomba Dansa Katrili bertujuan untuk melestarikan Budaya dari orang orang tua terdahulu, “ungkapnya

Dia berharap, melalui kegiatan ini semakin banyak generasi mudah yang tahu tentang kesenian khas Minahasa, “Harapannya
Lanjutnya” Meski demikian, tidak semua tari tradisional Minahasa berhubungan dengan corak hidup masyarakatnya yang agraris. Tari Katrili misalnya, tarian yang kerap dipentaskan oleh muda-mudi ini merupakan tarian hasil persinggungan budaya Minahasa dengan budaya Eropa, yakni Portugis-Spanyol.
tari Katrili secara etimologi berasal dari bahasa Eropa, yaitu Quadrille. Tarian ini mempunyai dua jenis langkah, yaitu Waltz irama 3/4 dan Gallop langkah 2/4, dengan aba-aba komando dilakukan oleh pemimpin tari dalam bahasa Perancis.

Menurut pada sejarah terbentuknya tarian, tari Katrili berasal dari tarian Lalaya’an ne Kawasaran, yaitu tarian yang penarinya membentuk dua baris dan saling berhadapan untuk membentuk formasi dan bertukar tempat.
Pada masa pendudukan Spanyol di Minahasa, tarian adat ini berubah menjadi tarian pergaulan yang disebut dengan Lansee, dimana pasangan penari pria dan wanita saling berputar dan bertukar posisi.

Tari Katrili merupakan tari yang menggambarkan kesetiaan, lebih dari itu, tarian ini juga merupakan representasi dari masyarakat Sulawesi Utara yang terbuka dalam menyambut tamu yang datang.
Dari segi kostum, penari perempuan mengenakan gaun dan laki-laki mengenakan jas yang lekat pengaruhnya dengan kebudayaan Eropa.

Seorang penari bertugas sebagai Katapel, yaitu komando tari yang selalu mengeluarkan aba-aba kepada para penari untuk melakukan gerakan tertentu. Pada masa Spanyol di Minahasa, aba-aba yang keluar dari Katapel menggunakan bahasa Portugis – Spanyol.
Sementara dari segi musik, tari Katrili diiringi oleh musik tradisional Minahasa. Beberapa kelompok tari di Minahasa juga kerap menggunakan suara kolintang sebagai musik pengiring. Meski demikian, saat ini kebanyakan pementasan tari Katrili lebih memilih rekaman digital sebagai musik pengiringnya.

Kini tari Katrili oleh masyarakat Minahasa lebih kusus Masyarakat Desa Lumpias kerap dijadikan sebagai tarian muda-mudi yang dipentaskan dalam berbagai hajat, seperti perhelatan kebudayaan dan penyambutan tamu “tutupnya
(Juent myhard)

