Minut Desa Tatelu, Targetjurnalis.com-Sabtu 28 Mei 2022 Acara Ucapan Syukur Di Usia 17 tahun merupakan angka yang dianggap Sakral spesial bagi para remaja. Umur dimana para remaja telah dianggap menginjak masa kedewasaan. Di umur 17 ini para remaja juga telah mendapat pengakuan resmi dari Negara dengan mendapat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Ijin Mengemudi (SIM).

Lalu bagaimana budaya merayakan sweet seventeen?
Budaya merayakan ulang tahun ke-17 memang sudah berkembang, tak hanya di luar negeri tetapi juga di Indonesia. Para remaja terutama remaja putri sangat menanti-nantikan datangnya usia 17 tahun

Perayaan yang mewah, dekorasi yang menawan, dan berbagai macam hiburan. Itulah gambaran ketika seseorang merayakan ulang tahun yang ke-17.
Salah satu contohnya, Mikha Meilify Rumagit, Putri Satu Satu Nya Dari Keluarga Rumagit-Tuerah Bapak Nofky Bersama Ibu Melizza memilih merayakan ulang tahun Putri Kesayangan nya yang ke-17 secara besar-besaran di rumah nya

Ia mengatakan, “Ulang tahun ini hanya terjadi sekali seumur hidup jadi aku mau punya kenang-kenangan buat diceritain ke keluarga Besar saya.
Selain itu aku anak perempuan satu-satunya di keluarga jadi orangtua ku mendukung, tetapi bukan maksudku mau berfoya-foya cuma mau membagi kebahagiaanku sama temen-temen dan keluarga semua.”

Lalu apakah harus setiap perayaan ulang tahun ke 17 dirayakan seperti itu? Tentu tidak. Berbeda dengan Mikha, mengungkapkan, bukan perayaannya yang penting, tetapi anugerah, yang diberikan Oleh Tuhan Yesus Yang Dahsyat sehingga aku masih dapat mencapai umur 17 tahun.

Tak lupa juga Mikha mengucapkan terima kasih kepada Pnt dr.Michaela Elsiana Paruntu Mars, yang sudah menjadi khadim dalam ibadah syukur ku,
Pada waktu merayakan ulangtahun ke-16 ku dulu, tapi tidak yang besar-besaran cukup makan barsama temen sama keluarga udah cukup yang terpenting kebersamaannya,” ungkap Mikha

Ada berbagai cara untuk menyambut umur ke-17 ini. Ada yang dirayakan besar-besaran di gedung mewah dengan mengundang artis papan atas, ada pula yang sederhana dengan hanya mengundang beberapa teman dekat.
Bahkan ada pula beberapa remaja yang masih peduli dengan lingkungannya dengan mengadakan perayaan bersama anak yatim piatu.

Tidak ada yang salah dengan bentuk kita menyambut usia ke-17 ini, semuanya tentu berdasar rasa ingin berbagi dengan sesama yaitu berbagi kebahagiaan dan kebersamaan.
Itu semua merupakan bentuk apresiasi remaja dalam menyambut usia kedewasaan. Apapun bentuknya perayaannya yang paling penting harus kita ingat adalah rasa syukur kepada Tuhan Yesus karena telah memberikan saya umur, kehidupan, nafas yang panjang hingga dapat menyambut usia kedewasaan ini “Terima kasih Tuhan Yesus, Kedua orang tua ku Mama Papa, Adik Adik ku, juga keluarga besar ku yang sangat aku cintai.

AMSAL 3:5-6 “Percayala kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertinmu sendiri, akuilah dia dalam segala lakumu, maka ia akan meluruskan jalanmu”
(MIKHA MEILIFY RUMAGIT)
Penulis Editor: Juent Myhard


