Sulut.TARGETJURNALIS.Com – Lolos dan terpilih, hal ini cukup membanggakan. Pasalnya, 10 Mahasiswa dari Politeknik Negeri Manado (Polimdo) mendapatkan pendanaan dari program Dirjen Vokasi belum lama ini.
Hal itu merupakan sebagai tindak lanjut, terhadap para mahasiswa yang tergabung dalam 1 tim tersebut, dengan menggelar pelatihan dan sosialisasi P2MD pemberdayaan ekonomi kreatif di Desa Tongkaina, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
Kegiatan P2MD ini diketahui merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
Politeknik Negeri Manado mengirimkan 10 mahasiswa UKM Kewirausahaan dalam upaya membantu pengembangan sumber daya menusia di Desa.
Adapun deretan nama Mahasiswa tersebut diantaranya, Kayla Sudarto, Valencia Tamboto, Timotius Koloay, Easter Solang, Sydney Sulangi, Ariane Mandalika, Syalomita Manoppo, Ester Pontororing, dan Muhammad Supeno. Tim tersebut diketuai oleh I Made Wahyu Artana yang merupakan mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis, dan dibimbing oleh Arifmanuel Kolondam SE, MM.
Arifmanuel Kolondam SE, MM, bertindak sebagai Dosen Pendamping yang sekaligus memberikan bimbingan kepada mahasiswa untuk mendukung masyarakat Desa Tongkaina dalam mengembangkan ekonomi kreatif.
Dijelaskan Kolondam, Pendampingan, pelatihan, dan penerapan teknologi menjadi fokus utama untuk mencapai tujuan program ini.
“Seperti tekad di awal kita, bahwa tujuan dari program ini adalah memberikan inovasi kepada masyarakat Desa Tongkaina dalam meningkatkan sumber daya manusia dan menciptakan peluang usaha,” jelasnya.
Selain itu, ditambah Kolondam bahwa manfaat dari program ini juga mencakup peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sumber daya, khususnya pada home industri di desa.
“Selanjutnya, pemanfaatan teknologi untuk efisiensi dalam penggunaan website, iklan, dan media promosi lainnya,” ia lagi.
Kolondam juga mengungkapkan, dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan, melibatkan tidak hanya masyarakat Desa Tongkaina saja, tetapi juga perangkat desa dan para mentor.
“Pelatihan mencakup berbagai keterampilan, seperti pembuatan kripik pisang yang dipandu oleh Bapak Junius Jopy Tiwouw, pelatihan membuat taplak meja dari limbah sedotan yang dipandu oleh Ibu Ani Karoles, dan pelatihan kerajinan dari batok kelapa yang dipandu oleh Bapak Henry Petra Johanis,” tukas Kolondam.
Pada dasarnya, program ini juga mengajak partisipasi para volunteer dengan harapan agar program P2MD ini dapat berkelanjutan.
“Dengan keberhasilan ini, diharapkan Desa Tongkaina dapat mengembangkan sektor ekonomi kreatifnya, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” tandas Kolondam. (**)


