Manado, TARGETJURNALIS.Com – Politeknik negeri Manado melaksanakan ibadah perayaan paskah Jumat (22/4/2022) di Auditorium Prof Rudi Tenda. Adapun tema pada ibadah ini yakni kematianNya menyelamatkanku.
Ibadah ini diawali dengan pujian dan penyembahan, kemudian berlanjut pada pemberitaan firman Tuhan oleh Pendeta Melky Tamaka MTh. Adapun ayat pembuka dalam firman Tuhan ini terdapat dalam Markus 16: 1-8, tentang Kebangkitan Yesus.
“Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”
Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.”
Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya.
Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu,”
Pendeta Melky menjelaskan alasan kita merayakan paskah, karena kebangkitan Kritus punya akibat bagi kita, membawa sesuatu bagi kehidupan dan berdampak bagi semua orang.
“Kita sia-sia jadi orang percaya kalau Yesus tidak dibangkitkan, maka hidup kita tidak akan berarti, tapi syukur Dia bangkit dan pengharapan kita tidak sia-sia,” jelasnya.
Menurutnya banyak orang Kristen hanya hadir pada Ibadah kematian Yesus Kristus tapi tidak hadir pada Ibadah kebangkitan Yesus.
“Saudara hanya ingin mati dengannya tapi nda mau bangkit denganNya. Saya percaya kita hadiri bukan sekedar hadir, tapi karena kita percaya bahwa Yesus telah bangkit, paskah membawa pengharapan,”jelasnya.
Diketahui hadir pada acara ini Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, Ketua Senat Ir. Rudy Mait, MT, Ketua ketua2 Jurusan, Kapala Pusat, Kaprodi, dan Koordinator Humas, Stevie Kaligis, SE., MM (**)


